haTi ini Mulai Terkunci
hm,,,
Gak berani lagi mengungkapkan secara nyata pada dunia ini,,,
MEngapa keegoisan itu selalu ada di diri nya yang selalu makin hari makin menyesakkan dada…
Ku tak mampu lagi menahan rasa sakit ini,,,
KUmohon,,, jangan sakiti hati yang telah sering terluka…
Kekosongan akan diriku bukan akan menyebakan mu berpindah tuk menggapai tangan2 mungil lainnya
Melainkan sebuah perselingkuhan keciL yang kian lama kian membesar
Tak aDa Kata “CuKuB”
Kadang-kadang melakukan hal yang sepertinya biasa namun dilain pihak akan menjadi semakin luar biasa…
Yah,,, banyak kala disaat tak terdengar suara kicau bising ataupun seraut wajah halus nan elok akan membuat berpaling tuk memikirkan dan menjabarkan sesuatu yang indah lainnya…
Namun kini ku tak sempat lagi berfikir dan merenungkan lagi…
Ku tak mampu tuk mengadahkan kepala ini untuk mengatakan hal-hal yang indah…
Apakah kau tak akan pernah merasa puas dan merasa cukup hanya memiliki satu wanita ini…
Pertanyaan yang semalam aku pikirkan dan membuatku sama sekali tak bisa memejamkan mata ini…
Malam yang dimana tak ada rasa kekhawatiran akan terjadi hal-hal yang tak aku inginkan…
Saat ku pulang ku pun tak akan memikirkan bahwa nya kan berpaling dari ku…
Namun ternyata hanya berselang beberapa menit…
Kau tak sanggup tuk tak menggantikan dan memikirkanku…
Hm…
berjanji tuk tak berbuat macam-macam hal aneh yang kau tahu kan bisa membuat ku marah…
Yah,, kurasa kau telah mengingkarinya dengan sebuah kekhilafan…
Namun,,, mengapa harus selalu kau yang memulai tuk menarik tangan-tangan mereka??
Semua akankah terjadi saat ku memejamkan mata dan mencoba tuk beristirahat dari letihnya dunia ini?
Kenapa kini kau beri aku sebuah selimut tebal yang tak akan dapat terdengar bila ku bersuara???
mbuh wes
panas…
mata hati ini…
panas…
RaMaLan Saya MinGGu Ini…
Aquarius (20 Januari – 18 Februari)
Peruntungan: Janganlah sembrono dalam mengeluarkan pernyataan. Sebaiknya telaah dan pikir seribu kali, agar Anda tidak sampai mengulang kesalahan yang sama.
Karir: Semua yang dikatakan orang lain belum tentu baik dan benar. Jadi Anda tak perlu terlalu merisaukannya, bekerjalah dengan baik dan seperti biasanya.
Kesehatan: Teruslah berolahraga dan jangan malas untuk merawat badan Anda mulai dari yang sekecil-kecilnya. Mumpung badan masih sehat, sebaiknya benar-benar dijaga.
Keuangan: Aturlah anggaran dengan sebaik-baiknya, untuk kebutuhan tersier sebaiknya jangan dipaksakan dulu. Penuhi kebutuhan pokok, baru Anda bisa beralih ke hal lain
Asmara: Emosi yang labil itu sebaiknya bisa dikontrol, sehingga tidak sampai memperburuk kondisi yang ada ini. Coablah untuk mengalah jika ada pertengkaran.
Terselimut Cinta Indah
saat ku tersadar akan makna cinta…
Yang akan menjadi indah jika ku buat itu semua menjadi suatu lukisan indah nan menawan dalam bingkai kehidupan sebuah rumah tangga yang harmonis…
Seorang suami yang pasti bisa kumintai segala dekapan penuh kehangatan dan sentuhan belaian mesra yang kan menemani hari-hari setiap saat…
Berbagai macam ku ingin semuanya berjalan seperti yang ada dalam diri ini… Bernagai macam persyaratan pun tak akan pernah luput dari semuanya…
Bahtera yang sudah kuinginkan berjalan beriringan dengan berlalunya waktu kini telah sedikit merenggut perhatian diri…
Entah mengapa kuinginkan hal itu…
Mengapa kita harus menikah?
Mengapa kita harus memiliki pewaris?
Apakah akan ada datang bunga rampai dalam kehidupan nantinya yang kan membuatku bercerai?
Alunan musik yang sendu pun kian mengiringi jalan-jalan bahtera ini yang semakin ku beranjak dewasa dari muka bumi ini…
Yang juga membuatku akan tersentak bahwa benteng-benteng hidup kini kian goyah dan memerlukan topangan dari yang lain…
Berjalan mengiringi waktu yang senada dengan gerimis yang kini membuyarkan lamunan seekor katak yang berada di dalam kubangan…
Seperti itu kah diri ini…
Harus berjalan bagaimana dengan mengerti bahwa kuingin bahtera yang Kau ridho’i…
wakTu tuK memBuka Hati Dan PikiraN
Pernah terpikir tuk berjalan melintasi aral aral yang terjaL namun kita telah tersadar akan makna hidup di dunia ini…
Saat seketika mentari telah tertumpuk pada hari ini…
menjadikannya seonggoh tubuh manusia yang tak berdaya menjadi mempunyai arti dan keyakinan dalam diri ini…
BUkan maksud hati untuk menjadi manusia yang munafik…
Namun mengapa kesadaran hanya akan terjalankan apabila kita telah beramai-ramai akan menyambutnya??
Mengapa tak dari dulu…
Mengapa baru kini…
Saat ramadhan tiba orang2 beramai-ramai menjadi manusia baru yang seketika mengirimkan sms yang buat saya itu terlalu munafik…
koSoNK
Terkecambuk dalam nyanyian rancak saung bersambut menghantam-hantam otak dan pikiran ini…
Mengapa harus tersayat luka baru kan menjadi sesosok pujangga hati…
Sadar akan diri resapi hadir sesosok lantunan raga yang kan membelai mesra dan mendayu-dayu bagaikan buliran gerimis yang ku undang saat ini dalam kesendirian yang teramat dalam…
Telah teresiko akan kehadiran seonggok buah pikiran yang teramat keras…
Keras akan apapun yang dianggap salah dan benar…
Nyanyikan ku sebuah lagu rindu yang selalu menghasrat raga ini…
Tapi kutak mendengar suara lantunan apapun dari segala penjuru…
Apakah ku buta akan hidup??
Apakah ku tuli akan perasaan??
Kurestui pagi yang berganti malam…
Yang menemaniku dalam kehangatan selimut dalam kamar…
Kurestui awan yang berganti hujan…
Yang menemaniku dalam kehangatan tubuh dinginku…
Kurestui sepasang insan yang dilanda kasih sayang…
Yang menemaniku dalam jeritan hati yang memanas…
Apakah ku terlalu menggenggam semua dengan erat??
Hingga semua hilang terhempas dari cengkaraman??
Bagai buliran pasir dalam genggaman…
KINI
Kutak miliki siapapun…
Seorang yang kujadikan satu-satunya sandaranku pun telah terhempas oleh semua perkara ku…
Ku ingin melihat langit tersenyum memandangku dan berkata…
SemanGad,,,
TEgar kah ku dengan ini??
Mampukah ku bertahan dalam benteng-benteng hidup ini…
Ku ingin terlelap tuk menutuP mata…
Habis SudaH
Suasana yang begitu ramai dan sampai-sampai menyesakkan dada ini tidak sedikitpun menyentuh kesendirian sayah yang sudah lama dan lama sekali melekat dalam-dalam pada jiwa saya.
Apa ini semua yang saya inginkan?? Sepertinya bukan… Tapi bagaimana mengatakannya? Bagaimana menyampaikannya dalam sebuah kata-kata halus nan lembut yang kan membuat suasana hati orang lain menjadi damai dan tak akan galau?? Kalimat demi kalimat apa yang seharusnya saya sampaikan kepada mereka semua…
Namun kini nampaknya telah berakhir sudah… Habis perkara dengan semuanya…
Tak ada lagi kini kumilii semuanya… yang jujur ingin sekali kuraih dan kugapai semuanya…
Tapi hanya serpihan luka yang teramat dalam yang kini saya dapatkan. Hanya sebuah kekosongan akan segala misteri hidup yang selalu makin lekat dan nampak pada diri dan raga ini…
Kenapa pikiran ini hanya selalu mementingkan arti kata SETUJU dan atau TIDAK SETUJU
Tanpa berpikir lebih dalam arti kata BENAR dan atau TIDAK BENAR
Akankah ku bangkit tanpa topangan hidup, tanpa sanggahan batu dan beton yang amat perkasa…
Ya, mungkin ku akan bangkit dari dunia ini…
Tanpa memiliki perasaan apapun…
Hanya bisa tertawa dan terus terbahak-bahak dengan butiran air yang mengaca-kaca di kedua pelopak mata ini..
…tErNyaTa…
Panas rasanya dada ini tuk bisa menceritakan dan membaca semua nya
ternyata hanya sebuah kebohongan besarrr
taK ada arTi nya sebuah kata SEtIa…
SteP…
Kini ku telah menyadari akan kehidupan ini.
Yang selalu hanya kulihat dari layar kaca kini telah menghampiriku
Tersentak akan lamunan hidup yang beraung meronta dan memanggil untuk bersembunyi dan meminta pertolongan
Tapi jika ku amati jalan hidup ini tak kuasa seperti ku melihat apa yang telah menimpa banyak manusia di muka bumi
Kedewasaan diri telah membuat raga banal kini menjadi semakin berarti
Dan karena kedewasaan ini pula telah mengundang hasrat birahi yang tak terkendali
Bahkan dari seseorang tak pernah kusadari akan melakukan semua ini padaku
Tersentak ku akan makna ini
Apa yang harus ku ungkapkan?
Tak bisa sepatah kata pun terlontar dari mulut ini
Semua serasa menjadi kelu bak es di kutuB
Menyayangi dia?
Tidak… ku tak pernah menyayangi nya bahan ku sama sekali tak pernah menganggap dia ada
Namun mungkin karena dia telah menjadikan sebuah kehidupan dimana orang yang amat sangat kucintai menjadi tenang dan bahagia
Namun apakah dengan itu aku bisa melihat dia tetap tersenyum bersenda gurau dengannya namun dibalik ituh semuah hanyalah sebuah noktah…
Ku ingin ungkapkan semua ini pada yang terkasih namun lidah ini tak sanggup tuk berkata
Bukan kenapa… hanya saja ku takut melihatnya merasa kesepian merasa terabaikan apalagi dengan situasi diriku yang begini
Seperti kotoran hewan yang najis bila tersentuh…
Seperti itulah rasanya diri ini jika mungkin suatu saat akan menyentuhnya walau pun dengan terpaksa
Suci?? Bukan… dia tak sesuci itu…
Khilaf?? Bukan… dia pasti paham apa arti khilaf…
Memiliki seseorang yang menyerupaiku akan membuat dia tak akan pernah melakukan hal itu
Hina rasanya melihatnya harus selalu berada dekat denganku dan orang yang aku sayangi…
Ingin ku membuangnya jauh kesana
Namun tak akan berguna
Tapi…
Ku tak akan membiarkan semua ini diam begitu saja
Akan ku bongkar semua yang telah kau perbuat untukku
-
Recent
-
Links
-
Archives
- February 2008 (2)
- January 2008 (4)
- October 2007 (4)
- September 2007 (10)
- July 2007 (7)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS